Bumi masih berputar


this year is yours

Congrats ya mas, dah lulus. Selamat meninggalkan dunia Times new roman. Dan selamat menempuh hidup baru, he..he..belum sih, hampir, insya Allah. Guys, aku bakal punya kakak cewek nih. Doakan aja ya.

big-brow1


di obsgyn

Sudah 3 minggu lebih ga online. Apa kabar? Mudahan semua baik. Alhamdulilah aku lagi baik. Lagi seneng malah, selalu enjoy in everysecond, everyhour dan everytime waktu-waktu jaga saya di Obstetri dan Ginekologi. Di obsgyn kita bekerja dalam kelompok kecil yang bukan dari kelompok XVI-L aja, tapi campuran senior, medio dan junior. Kelompokku (kelompok C) ada 3 orang, aku, Jemie dan Cocol alias Kak Cholid (senior). Kita di rumah sakit 56 jam, istirahat 16 jam, masuk lagi 56 jam begitu seterusnya. Tapi gakpapa looo,, aku senang koq.

Semuanya ada 4 kelompok, ada yang berempat ada yang bertiga. Awalnya agak-agak gimana gitu koq kelompokku cuma bertiga, tapi ternyata kelompok bukan bergantung dari berapa jumlah anggotanya tapi efektivitasnya. Kalo ada pasien baru, kita langsung bagi tugas yang mau ambil status dia yang anamnesis, sama pemeriksaan obstetri or ginekologinya, yang satu ambil darah buat ke laboratorium, Hb sahli, dan cross check, pasang infus. Satunya bikin blangko-blangko, resep ma cek tanda vital. Ada satu dosen yang menghitung time respon kita dari waktu pasien datang sampai beres pas pasien di konsulkan, gak boleh lebih dari 30 menit. Pas kita stase pagi di VK, dokter ini konsulennya, awalnya kita lewat-lewat gitu tapi tiap hari kita berusaha do better sampai alhamdulilah bisa juga 30 menit kurang. Bagiku, my team work is the best.

Ohya, di obsgyn ini menurutku stase paling romantis. Bayi-bayi lucu, keluarga kecil baru, ohya, ada ibu eklampsi, muntah-muntah, teler, suaminya nungguin disebelahnya megangin dan cium tangan istrinya, padahal istrinya gendut lagi hamil dan yang jelas penampilan gak karuan (emang ada eklampsi yang cantik?), so sweet bangeet siihhh. Ada juga suami setiaaa banget nungguin trus ngelus, mijetin istrinya kesakitan ca ovarium, padahal perut kayak hamil 9 bulan plus distensi vena-vena dan anoreksianya. Kita-kita di kamar DM cewek screaming “mau dunk suami kayak gituuuu”.

Sekarang beban konsul agak berkurang karena kita kerja dibantu bidan-bidan profesional ma residen/ PPDS dari unair sebagai konsulen lini pertama. Ada satu ibu bidan senior yang kata DM2 sebelumnya rese dan galak tapi tetep aja gw sayang sama beliau, biar aku digalakin dan dicerewetin aku gak bisa sebel, karena apa, karena gw respek  yang namanya bidan, biar serem kayak gimana aku yakin hati mereka itu baik, kayak mamahku. Sistem pendidikan bidan jaman dulu emang keras. Aku sih asik-asik aja.